Close Menu
    Facebook
    Panduan Muslim untuk Mengenal Yesus… Kristus Sejati
    Facebook
    Panduan Muslim untuk Mengenal Yesus… Kristus Sejati
    Home»Isu-isu filosofis dan kontemplatif»Apakah Yesus berkata “Akulah Tuhan”?
    Isu-isu filosofis dan kontemplatif

    Apakah Yesus berkata “Akulah Tuhan”?

    0 Views3 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Apakah Yesus berkata: “Akulah Tuhan”?

    Ini adalah pertanyaan yang sering ditanyakan, dan sering kali ditanyakan secara langsung:
    Apakah Yesus dengan jelas membuat pernyataan ini?

    Ada yang menjawab: Ya.
    Ada yang mengatakan: Tidak.

    Namun mungkin sebelum kita mencari jawaban singkatnya, ada baiknya kita menanyakan pertanyaan lain:
    Jika Yesus ingin memperkenalkan diri-Nya kepada orang-orang, apakah Dia perlu menggunakan kata-kata yang sama seperti yang kita gunakan sekarang?

    Belum tentu.
    Karena kata-kata tidak dapat dipahami di luar konteksnya. Orang-orang di zaman Yesus mempunyai cara berbeda dalam mengekspresikan diri mereka, dan beberapa frasa memiliki makna yang lebih dalam daripada yang terlihat pada pandangan pertama.

    Oleh karena itu, daripada hanya mencari kalimat tertentu, mungkin lebih baik melihat gambaran keseluruhannya.

    Ketika kita memikirkan apa yang Yesus katakan tentang dirinya, kita menemukan bahwa dia menggunakan ungkapan-ungkapan yang membuat orang-orang di sekitarnya berhenti dan berpikir. Dia berbicara tentang hubungannya dengan Tuhan dengan cara yang tidak biasa, menunjukkan bahwa dia mengenal Dia secara khusus, dan berbicara dengan otoritas yang tidak asing bagi mereka yang mendengarkannya.

    Pidatonya tidak biasa, dan hal ini terlihat jelas dari reaksi masyarakat saat itu.
    Ada yang takjub, ada yang tidak mengerti, dan ada yang melihat ada sesuatu yang begitu agung dalam kata-katanya sehingga mereka menganggap dia berbicara tentang dirinya sendiri dengan cara yang mendekati status Tuhan.

    Di sini muncul sebuah poin penting: Terkadang kita memahami makna sebuah pidato dari pengaruhnya terhadap orang yang mendengarnya.
    Jika apa yang Yesus katakan adalah hal yang wajar, hal itu tidak akan menimbulkan semua kontroversi ini.

    Pertanyaannya mungkin masih tersisa: Mengapa dia tidak mengatakannya secara langsung, jika memang itu maksudnya?

    Mungkin karena tujuannya bukan sekadar mengumumkan sebuah kalimat yang harus dihafal, melainkan mengajak masyarakat pada pemahaman yang lebih dalam. Untuk mendorong mereka berpikir dan menghadapi pertanyaan sendiri, bukan untuk merasa puas dengan jawaban yang sudah jadi.

    Yesus tidak hanya mengandalkan kata-kata untuk memperkenalkan diri-Nya kepada orang-orang, tetapi seluruh hidup-Nya.
    Karena tindakannya, karena mukjizatnya, karena caranya berurusan dengan orang lain, dan karena otoritas yang tampak dalam segala perkataan dan perbuatannya.

    Seolah-olah keseluruhan gambar adalah pesannya.

    Oleh karena itu, pertanyaan yang paling penting mungkin bukan: Apakah dia mengucapkan kalimat tertentu atau tidak?
    Sebaliknya: Apa yang diungkapkan seluruh hidupnya tentang dirinya?

    Ketika Anda melihat Yesus, pada pengajarannya, pada kasihnya, pada keberaniannya, pada pengaruhnya terhadap orang-orang… siapa yang Anda lihat?

    Apakah Anda melihatnya hanya sebagai seorang nabi?
    Atau guru moral?
    Atau adakah sesuatu yang lebih dalam yang perlu dipikirkan secara serius?

    Pertanyaan ini bukan sekedar pembahasan teoritis, melainkan pertanyaan pribadi.

    Dan jika Anda melihat dengan jujur, mungkin awalnya bukanlah kontroversi, tetapi dalam langkah yang tenang:
    Meminta untuk melihat kebenaran sebagaimana adanya.

    Sederhananya:
    “Tuhan… tunjukkan padaku siapa Yesus sebenarnya.”

    Kemudian Anda mencari, membaca, dan berpikir… tanpa terburu-buru.

    Pada akhirnya, pertanyaannya mungkin bukan hanya:
    Apakah Yesus berkata “Akulah Tuhan”?
    melainkan:
    Siapa sebenarnya Yesus… bagi Anda?


    Previous ArticleApakah Tuhan dekat dengan Anda… atau jauh?
    Next Article Mengapa Yesus disalib?

    مفالات أخرى في ذات التصنيف

    Mengapa Kekristenan meninggalkan beberapa ketentuan Perjanjian Lama?

    Konsep “yang murni dan yang tidak murni” dalam agama Ibrahim

    Bisakah seorang Muslim membaca Alkitab?

    Seluruh hak dilindungi undang-undang © 2026 | Dibangun dengan rasa hormat untuk semua agama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.