Close Menu
    Facebook
    Panduan Muslim untuk Mengenal Yesus… Kristus Sejati
    Facebook
    Panduan Muslim untuk Mengenal Yesus… Kristus Sejati
    Home»Isu-isu monoteisme dan transendensi»“Firman Tuhan” antara Islam dan Kristen
    Isu-isu monoteisme dan transendensi

    “Firman Tuhan” antara Islam dan Kristen

    0 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Sebuah ekspresi digunakan“Firman Tuhan”Baik dalam Islam maupun Kristen, makna dan konotasinya sangat berbeda.
    Untuk memahami perbedaannya, kita perlu mempertimbangkan makna linguistik, filosofis, dan teologis dari istilah tersebut dalam masing-masing agama.


    Pertama: Arti “Firman Tuhan” dalam Islam

    Dalam Islam, istilah “perkataan itu” diberikan kepadaYesus, putra MaryamBerdasarkan teks Al-Qur’an.

    Pemahaman Islam tradisional menjelaskan hal ini sebagai berikut:

    • Tuhan menciptakan dengan perintah-Nya: “Jadilah dan jadilah.”
    • Yesus diciptakan oleh firman ilahi langsung tanpa ayah manusia.
    • Oleh karena itu disebut “firman dari Tuhan”, artinya hasil firman penciptaan.

    izin:

    • Kata itu ada di siniPerintah ilahi dan kreatif.
    • Ini bukan merupakan karakteristik atau entitas independen yang berdiri sendiri.

    Dalam agama Islam, firman Tuhan merupakan salah satu sifat-sifat-Nya, namun tidak berarti keberagaman hakikat ketuhanan.


    Kedua: Makna “Firman Tuhan” dalam Kekristenan

    Dalam agama Kristen, konsep tersebut tampak jelas dalamInjil Yohanes:

    “Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.”

    Di sini kata tersebut tidak mengacu pada sesuatu yang diciptakan, melainkan pada:

    • Ekspresi abadi dari esensi Tuhan
    • Pikiran yang berbicara ilahi
    • wahyu Tuhan yang lengkap

    Umat ​​​​Kristen percaya bahwa “Firman” ini menjadi manusia di dalam pribadiYesus Kristus.

    izin:

    • Kata itu tidak diciptakan.
    • Sebaliknya, itu bersifat kekal.
    • Ia berbagi sifat Tuhan.

    Ketiga: Perbedaan filosofis yang mendalam

    Dalam Islam

    • Tuhan itu satu, sederhana dan tidak rumit.
    • Kualitas-kualitasnya berdiri sendiri, tetapi itu tidak berarti diferensiasi pribadi internal.
    • Perkataan adalah tindakan Tuhan.

    Dalam agama Kristen

    • Tuhan pada hakikatnya adalah satu.
    • Namun di dalamnya ada hubungan kekal antara Bapa dan Firman (Anak).
    • Perkataan bukanlah tindakan sesaat, melainkan ekspresi permanen dari esensi Tuhan.

    Perbedaannya dapat diringkas sebagai berikut:

    PertanyaanIslamKekristenan
    Apakah kata itu diciptakan?Ya (artinya efek penciptaan)TIDAK
    Apakah kata itu abadi?Firman Tuhan bersifat kekal, tetapi Yesus adalah makhluk ciptaanFirman itu kekal dan berinkarnasi
    Apakah kata itu seseorang?TIDAKYa

    Keempat: Dimensi filosofis (logos)

    Dalam filsafat Yunani, istilah “Logos” mengacu pada pikiran pengorganisasian alam semesta.
    Ketika John menggunakan istilah ini, dia mengemukakan gagasan bahwa:

    Pikiran ilahi yang dengannya alam semesta diciptakan menjadi manusia.

    Ini adalah proposisi yang berani: Allah tidak hanya berbicara, namun “firman”-Nya memasuki sejarah sebagai pribadi.


    Kelima: Soal tauhid

    Seorang Muslim mungkin bertanya-tanya: Jika Firman itu abadi dan bersifat pribadi, bukankah ini berarti pluralisme?

    Orang Kristen menjawab:

    • Bukan banyak dewa
    • Sebaliknya, diferensiasi dalam unit
    • Persatuan pada hakikatnya, diferensiasi dalam hubungan

    Di sinilah letak esensi perbedaan antara “persatuan tanpa perbedaan internal” dan “persatuan dengan hubungan kekal.”


    Keenam: Dimensi eksistensial

    Dalam Islam:

    • Allah menyatakan kehendak-Nya melalui wahyu dan para nabi.

    Dalam agama Kristen:

    • Tuhan menyatakan diri-Nya dalam sosok yang hidup dan dapat dikenali.

    Perbedaannya tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga eksistensial:
    Apakah wahyu Tuhan hanya berupa kitab?
    Atau seseorang dan buku?


    Ringkasan komparatif yang mendalam

    • Dalam Islam: kata adalah perintah kreatif.
    • Dalam Kekristenan: Firman adalah entitas ilahi yang menyingkapkan.
    • Dalam Islam: Yesus diciptakan dengan sebuah kata.
    • Dalam agama Kristen: Yesus adalah Firman yang menjadi manusia.

    Pertanyaan terbuka tetap ada di hadapan peneliti:

    Mungkinkah Tuhan menyatakan diri-Nya hanya melalui kata-kata tertulis? Atau juga melalui Firman yang berinkarnasi?

    Share. Facebook Twitter LinkedIn Email Telegram WhatsApp
    Previous ArticleApakah inkarnasi bertentangan dengan transendensi Tuhan dalam pemikiran Islam?
    Next Article Apakah inkarnasi mungkin terjadi secara mental?

    Related Posts

    Bagaimana kita bisa mendamaikan keesaan Tuhan dengan Tritunggal?

    Bagaimana kita mendamaikan kesatuan Allah dan Tritunggal Pribadi?

    Apakah inkarnasi mungkin terjadi secara mental?

    Baca artikel ini dalam

    العربيةEnglishFrançaisKurdîTürkçeفارسیاردوবাংলাIndonesian
    Seluruh hak dilindungi undang-undang © 2026

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.