Close Menu
    Facebook
    Panduan Muslim untuk Mengenal Yesus… Kristus Sejati
    Facebook
    Panduan Muslim untuk Mengenal Yesus… Kristus Sejati
    Home»Pertanyaan yang diajukan umat Muslim»Bagaimana bisa Tuhan menjadi satu dan tiga sekaligus?
    Pertanyaan yang diajukan umat Muslim

    Bagaimana bisa Tuhan menjadi satu dan tiga sekaligus?

    0 Views3 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kita sering mendengar pertanyaan ini dari teman-teman Muslim kita: “Kalian umat Kristiani mengatakan bahwa Tuhan itu esa, lalu kalian berbicara tentang Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Bukankah ini politeisme? Bagaimana mungkin yang satu dan yang ketiga bisa disatukan?”

    Pertanyaan yang bagus dan jujur. Mari kita coba menjelaskan misteri ini dengan kata-kata sederhana, jauh dari kerumitan teologis.

    Pertama: Kami percaya pada satu Tuhan

    Kekristenan, seperti halnya Islam, adalah agama monoteistik murni. Ribuan kali Alkitab mengulangi bahwa Tuhan itu esa. Alkitab berkata: “Dengarlah, hai Israel: Tuhan, Allah kami, Tuhan itu esa” (Ulangan 6:4). Kristus sendiri menegaskan: “Tuhan, Allah kita, adalah Tuhan yang esa” (Markus 12:29).

    Jadi, titik tolaknya sama: Tuhan itu satu dan sama. Tidak ada tiga Tuhan, tapi satu Tuhan dengan satu entitas.

    Kedua: Perbedaan antara “esensi” dan “hipostase”

    Mari kita ambil contoh sederhana dari kehidupan kita: Anda adalah seorang manusia. Tapi Anda punya pikiran, Anda punya perasaan, dan Anda punya kemauan. Apakah ini tiga orang? Tidak, itu adalah tiga sisi dari satu orang.

    Atau contoh lain: Matahari ada di langit. Namun ia mempunyai sebuah piringan (yang dengannya kita melihatnya), ia mempunyai cahaya (yang dengannya ia menerangi), dan ia mempunyai panas (yang dengannya ia menghangatkan). Ini adalah tiga hal yang berbeda, namun semuanya mempunyai sifat yang sama dengan matahari. Anda tidak dapat memisahkan cahaya dari panas, dan Anda juga tidak dapat memisahkannya dari piringan matahari, namun ini bukanlah tiga matahari.

    Ketika kita mengatakan “Bapa,” “Anak,” dan “Roh Kudus,” kita berbicara tentang tiga cara keberadaan Allah yang satu, atau tiga “pribadi” sebagaimana para teolog menyebutnya. Mereka bukanlah tiga allah, namun tiga ekspresi kasih dan karya Tuhan bersama kita.

    Ketiga: Cinta membutuhkan dua orang

    Mari kita renungkan bersama: Jika Tuhan itu esa, terasing dalam keesaan-Nya sebelum Dia menciptakan ciptaan, siapakah yang akan mencintai-Nya? Cinta membutuhkan orang lain untuk menyukainya.

    Umat ​​​​Kristen percaya bahwa rahasia keberadaan Tuhan adalah cinta. Tuhan, sejak kekekalan (sebelum segala sesuatu diciptakan), adalah kasih timbal balik antara Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Bapa mengasihi Anak, dan Anak mengasihi Bapa, dan Roh Kudus adalah penghubung kasih ini. Inilah yang dimaksud dengan Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:8).

    Keempat: Apakah ini berarti Tuhan mempunyai tiga bagian?

    Tidak, Tuhan tidak terdiri dari bagian-bagian. Masing-masing dari ketiga hipotesa itu sepenuhnya adalah Tuhan. Bapa bukanlah sepertiga dari Tuhan, dan Anak bukanlah sepertiga dari Tuhan, namun masing-masing adalah Tuhan dalam kesempurnaan-Nya.

    Mungkin contoh yang paling dekat adalah “keberadaan”, “kata”, dan “kehidupan”. Dalam kitab Kejadian, kita melihat Allah menciptakan “dengan firman-Nya” (Allah berfirman, “Jadilah terang”) dan “oleh Roh-Nya” (Roh Allah bergerak di atas permukaan air). Ini bukanlah tuhan-tuhan yang terpisah, melainkan satu Tuhan yang bekerja dengan cara yang berbeda-beda.

    Kesimpulan untuk dipikirkan

    Mungkin pikiran manusia yang terbatas tidak dapat memahami keberadaan Tuhan yang tidak terbatas. Kami tidak mengaku memahami sepenuhnya Trinitas, namun mempercayainya sebagaimana Tuhan menyatakan diri-Nya di dalam Alkitab.

    Apa yang kami yakini adalah:

    • ayah: Tuhan yang di surga, yang menciptakan kita dan mengasihi kita.
    • putra: Allah yang datang kepada kita dalam pribadi Kristus agar kita dapat melihat dan menyentuh Dia.
    • Roh Kudus: Tuhan yang tinggal di dalam kita dan memberi kita kehidupan dan kekuatan.

    Tiga Pribadi, Satu Tuhan. Ini bukan politeisme, melainkan rahasia cinta ilahi yang kita jalani dan alami dalam hubungan kita dengan Tuhan.

    Previous ArticleMengapa orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Firman Tuhan?
    Next Article Sebuah ayat yang menyatukan kita: “Kemudian Kami kabarkan kepadanya kabar baik darinya. Namanya adalah Al-Masih, Isa putra Maryam.”

    مفالات أخرى في ذات التصنيف

    Apakah Kekristenan Memperbolehkan Poligami?

    Mengapa ada empat Injil? Bukankah itu seharusnya menjadi satu Injil?

    Apakah Alkitab meramalkan Muhammad?

    Seluruh hak dilindungi undang-undang © 2026 | Dibangun dengan rasa hormat untuk semua agama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.