Close Menu
    Facebook
    Panduan Muslim untuk Mengenal Yesus… Kristus Sejati
    Facebook
    Panduan Muslim untuk Mengenal Yesus… Kristus Sejati
    Home»Pertanyaan yang diajukan umat Muslim»Bagaimana Tuhan bisa memiliki “anak”? Apakah ini bertentangan dengan keesaan Tuhan?
    Pertanyaan yang diajukan umat Muslim

    Bagaimana Tuhan bisa memiliki “anak”? Apakah ini bertentangan dengan keesaan Tuhan?

    0 Views3 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Salah satu istilah yang paling menimbulkan pertanyaan bagi peneliti Muslim adalah gelar “Anak Tuhan” yang dikaitkan dengan Yesus Kristus. Dalam mentalitas Timur, “filiasi” terkait langsung dengan reproduksi fisik dan pernikahan, yang ditolak oleh akal dan logika, dan agama Kristen juga menekankan penolakan total terhadap hal tersebut.

    Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan makna alkitabiah yang sebenarnya dari gelar “Anak Tuhan,” dan bagaimana konsep ini tidak menyentuh esensi keesaan Tuhan, namun justru menyatakan kasih-Nya.


    Pertama: Menolak filiasi fisik (reproduksi)

    Sebelum kita mulai menjelaskan konsep Kristen, kita harus menekankan sebuah fakta penting:Kekristenan sepenuhnya menolak gagasan bahwa Tuhan “mengambil” seorang anak melalui perkawinan atau reproduksi fisik.Ayat Al-Qur’an yang mulia:

    “Dia tidak memperanakkan, dan Dia tidak diperanakkan” (QS. Al-Ikhlas: 3)

    Ini adalah kebenaran yang juga diyakini oleh umat Kristiani dengan segenap hati mereka. Tuhan adalah roh, dan Dia berada di atas kebutuhan dan naluri manusia. Oleh karena itu, ketika seorang Muslim mendengar gelar “Anak Tuhan” dan terlintas dalam pikiran tentang prokreasi, dia menolak gagasan yang sama sekali tidak diyakini oleh umat Kristen.


    Kedua: Apa arti rohani dan linguistik dari “Anak”?

    Dalam bahasa Arab dan Alkitab, kata “anak” digunakan untuk merujukIdentitas, afiliasi, atau kesatuan pada hakikatnya, dan tidak selalu untuk reproduksi fisik. Kita menyebut “anak sungai Nil” (untuk menunjukkan milik Mesir), “anak jalan” (untuk menunjukkan musafir), dan “anak perempuan bibir” (untuk menunjukkan kata).

    1. Anak Allah, artinya “dari hakikat Allah.”

    Ketika Alkitab mengatakan bahwa Kristus adalah “Anak Allah,” itu berarti bahwa Dia mempunyai hakikat dan sifat yang sama dengan Allah. Sebagaimana sinar adalah “anak” matahari (ia muncul darinya dan menyatu dengannya dalam sifat dan panasnya), atau kata adalah “anak perempuan” dari pikiran (ia mengekspresikannya dan menyatu dengannya). Alkitab berkata tentang Kristus:

    “Dialah kecemerlangan kemuliaan-Nya dan gambaran persis pribadi-Nya” (Ibrani 1:3).

    2. Gelar yang menunjukkan otoritas dan perjumpaan ilahi

    Dalam Perjanjian Lama, gelar “Anak Allah” kadang-kadang diterapkan pada raja atau nabi untuk menunjukkan hubungan khusus dengan Tuhan, namun bagi Kristus, gelar tersebut memiliki arti yang unik (Putra Tunggal), untuk menandakan bahwa Dialah satu-satunya yang mengungkapkan Tuhan sepenuhnya karena Dia satu dengan-Nya.


    Ketiga: Apakah kepercayaan akan status anak Kristus merupakan “politeisme”?

    Politeisme pada hakikatnya adalah “politeisme” atau mempersekutukan Tuhan dari luar Dia. Namun iman Kristen menegaskan:

    “Dengarlah, hai Israel: Tuhan, Allah kami, Tuhan itu esa” (Markus 12:29).

    Umat ​​Kristiani tidak percaya adanya dua Tuhan (Bapa dan Anak), melainkan percaya pada satu Tuhan yang menyatakan diri-Nya melalui Firman-Nya (Anak).

    • ayah:Dia adalah Tuhan dalam hal esensi-Nya yang tidak terlihat.
    • Putra:Dialah Tuhan sejauh Dia adalah “Firman” yang tampak dan diwahyukan kepada umat manusia.

    Anak bukanlah Tuhan “lain” yang terpisah, melainkan “penampakan Tuhan dalam wujud manusia.” Sebagaimana api lilin itu satu, tetapi mempunyai nyala (cahaya) dan panas, demikian pula Tuhan itu satu, dan Firman-Nya (Anak) pada hakikatnya satu dengan Dia.


    Keempat: Mengapa Allah memilih gelar “Anak”?

    Beberapa orang mungkin bertanya: Mengapa Tuhan tidak menggunakan gelar lain yang tidak terlalu kontroversial? Alasannya adalahPenuh kasih. Gelar “Bapa dan Anak” adalah ekspresi manusia yang paling kuat mengenai keintiman, kelembutan, warisan, dan cinta yang mendalam. Tuhan ingin memberitahu kita bahwa hubungan-Nya dengan Sabda inkarnasi-Nya (Yesus) bukanlah hubungan “tuan-hamba”, melainkan hubungan cinta abadi, dan melalui “Anak” ini kita juga bisa menjadi anak-anak Tuhan melalui adopsi dan kasih karunia.


    kesimpulan

    Peneliti yang budiman, gelar “Anak Tuhan” bukanlah sebuah hujatan terhadap kebesaran Sang Pencipta, melainkan pernyataan kerendahan hati Sang Pencipta yang ingin mendekati kita dengan bahasa yang kita pahami. Kristus adalah “Anak Allah” karena Ia mempunyai semua sifat Allah, dan karena Ia datang untuk mendamaikan kita dengan Bapa.

    Jika Anda ingin mempelajari lebih dalam, kami mengundang Anda untuk membaca artikel kami tentang:“Apakah Kristus berkata, “Akulah Tuhan, maka sembahlah Aku”?“Untuk melengkapi gambaran tentang identitas Yesus dalam Injil.

    Previous ArticleMengapa manusia memerlukan “penebusan”? Bukankah cukup bertaubat dan memohon ampun?
    Next Article Mengapa orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, sedangkan Al-Qur’an menyangkal hal ini?

    مفالات أخرى في ذات التصنيف

    Apakah Kekristenan Memperbolehkan Poligami?

    Mengapa ada empat Injil? Bukankah itu seharusnya menjadi satu Injil?

    Apakah Alkitab meramalkan Muhammad?

    Seluruh hak dilindungi undang-undang © 2026 | Dibangun dengan rasa hormat untuk semua agama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.