Close Menu
    Facebook
    Panduan Muslim untuk Mengenal Yesus… Kristus Sejati
    Facebook
    Panduan Muslim untuk Mengenal Yesus… Kristus Sejati
    Home»Pertanyaan yang diajukan umat Muslim»Mengapa manusia memerlukan “penebusan”? Bukankah cukup bertaubat dan memohon ampun?
    Pertanyaan yang diajukan umat Muslim

    Mengapa manusia memerlukan “penebusan”? Bukankah cukup bertaubat dan memohon ampun?

    0 Views4 Mins Read
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh seorang teman Muslim adalah: “Jika Tuhan maha kuasa dan maha penyayang, mengapa Dia tidak mengampuni seseorang hanya dengan bertobat? Mengapa perlu adanya salib, penderitaan, dan penebusan? Bukankah mencari pengampunan cukup untuk menghapus dosa?”

    Pertanyaan ini sangat logis, dan jawabannya bukan terletak pada meremehkan pentingnya pertobatan, namun pada pemahaman akan hakikat “kekudusan Allah” dan kedalaman “masalah dosa.” Dalam artikel ini, kita akan mengulas mengapa penebusan merupakan ekspresi tertinggi dari keadilan dan belas kasihan Tuhan.


    Pertama: Perbedaan pandangan kedua agama tentang dosa

    Untuk memahami perlunya tebusan, pertama-tama kita harus memahami “apa itu dosa?”:

    • Dalam perspektif Islam:Dosa sering kali merupakan “kesalahan langkah” atau “pelanggaran terhadap tatanan hukum.” Manusia pada hakikatnya “diciptakan dalam keadaan lemah”, maka jika ia memohon ampun dan bertaubat, maka Allah (Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) akan menghapus perbuatan buruknya dan menggantinya dengan perbuatan baik.
    • Dalam perspektif Kristen:Dosa bukan sekadar perbuatan salah, melainkan “perpisahan dari sumber kehidupan” (Tuhan). Ibarat penyakit mematikan yang menimpa fitrah manusia, atau utang sah yang tidak dapat dibayar oleh debitur. Alkitab berkata:“Sebab upah dosa adalah maut” (Roma 6:23).

    Kedua: Dilema “keadilan” dan “belas kasihan”

    Bayangkan seorang hakim yang adil yang putranya berdiri di hadapannya, dituduh melakukan kejahatan yang memerlukan denda finansial yang sangat besar yang tidak dimiliki putranya.

    1. Jika hakim mengampuni putranya hanya karena dia adalah “ayah yang penyayang”, dia akan mengampuni putranyaHakim yang tidak adilKarena dia melanggar hukum.
    2. Jika putranya dijatuhi hukuman penjara, itu akan terjadiHakim yang adilTapi itu benarAyah yang tidak penyayang.

    Bagaimana Tuhan mengatasi dilema ini?Tuhan itu sempurna dalam keadilan-Nya (Dia tidak membiarkan dosa luput dari hukuman) dan sempurna dalam belas kasihan-Nya (Dia tidak ingin orang berdosa binasa). Solusi ilahi adalah “penebusan”: Tuhan (hakim) mengumumkan penghakiman yang adil, dan kemudian Dia sendiri turun dari kursi penghakiman (dalam bentuk Kristus) untuk membayar denda atas nama Anak. Dengan demikian, Tuhan tetap adil dan penuh belas kasihan pada saat yang sama.


    Ketiga: Konsep “penebusan” dalam warisan keagamaan

    Gagasan tentang tebusan sudah tidak asing lagi dalam pemikiran keagamaan. Mari kita perhatikan kisah Ibrahim dan putranya (disebutkan dalam Al-Qur’an dan Alkitab): ketika Allah memerintahkan Ibrahim untuk mempersembahkan putranya sebagai kurban, lalu pada saat terakhir Dia memberinya seekor domba jantan untuk menebusnya. Al-Qur’an mengatakan:

    “Dan Kami tebus dia dengan kurban yang besar” (Surat As-Saffat: 107).

    “Pembantaian besar-besaran” ini merupakan tanda dan simbol dari apa yang akan dilakukan Tuhan di kemudian hari. Jika kehidupan manusia (anak Abraham) membutuhkan seekor domba jantan untuk menebusnya, apalagi dosa seluruh umat manusia membutuhkan “pengorbanan yang lebih besar dan lebih mulia”? Kristus adalah “pembantai besar” yang menebus umat manusia.


    Keempat: Mengapa pertobatan saja tidak cukup?

    Pertobatan sangat diperlukan, namun pertobatan membahas “masa depan” dan tidak membahas “masa lalu”.

    • Jika seseorang menabrak mobil orang lain, apakah cukup dengan mengatakan “Saya minta maaf dan saya tidak akan melakukannya lagi” (bertaubat) agar mobil tersebut dapat diperbaiki? Tentu saja tidak. Namun, pertobatan mencegah kejadian serupa terulang kembaliKeadilanHal ini membutuhkan perbaikan kerusakan atau membayar harganya.
    • Dosa yang ditujukan kepada Tuhan (yang tidak terbatas) adalah pelanggaran yang tidak terbatas, dan oleh karena itu memerlukan penebusan yang tidak terbatas. Pertobatan mengungkapkan penyesalan kita, namun “darah Kristus”-lah yang membayar utang dan menyucikan hati nurani.

    “Tanpa pertumpahan darah tidak ada pengampunan!” (Ibrani 9:22).


    Kelima: Penebusan adalah puncak cinta

    Dalam Islam, Tuhan mengampuni karena Dia “berkehendak” untuk mengampuni. Dalam agama Kristen, Tuhan mengampuni karena Dia “menderita” untuk mengampuni. Penebusan menunjukkan kepada kita betapa berharganya manusia di mata Allah. Dia tidak puas dengan memberikan “pengampunan kerajaan” dari jauh, tapi dia datang dan berinkarnasi dan berbagi penderitaan kita dan menanggung dosa-dosa kita di dalam tubuhnya di atas kayu, sehingga kita bisa dibebaskan.


    Kesimpulan untuk dipikirkan

    Pengunjung yang terhormat, pertobatan adalah tangan Anda yang terulur untuk menerima hadiah, tetapi “penebusan” adalah harga yang telah dibayar agar hadiah (pengampunan) ini tersedia bagi Anda. Tuhan tidak ingin kamu hidup dalam kekhawatiran terus-menerus: “Apakah Allah menerima taubatku atau tidak? Apakah amal kebaikanku lebih berat daripada amal burukku?”

    Bersama Kristus, Anda dapat merasa yakin, karena utang telah dilunasi, dan yang harus Anda lakukan hanyalah menerima penebusan ini dengan hati yang bertobat dan percaya.

    Previous ArticleBisakah seorang Muslim membaca Alkitab?
    Next Article Bagaimana Tuhan bisa memiliki “anak”? Apakah ini bertentangan dengan keesaan Tuhan?

    مفالات أخرى في ذات التصنيف

    Apakah Kekristenan Memperbolehkan Poligami?

    Mengapa ada empat Injil? Bukankah itu seharusnya menjadi satu Injil?

    Apakah Alkitab meramalkan Muhammad?

    Seluruh hak dilindungi undang-undang © 2026 | Dibangun dengan rasa hormat untuk semua agama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.