Itu adalah sebuah judul“Firman Tuhan”Salah satu gelar terdalam yang diberikan oleh orang KristenYesus Kristus.
Bukan sekadar gambaran puitis atau penghormatan rohani, melainkan ungkapan teologis yang membawa makna mendalam terkait identitas dan kodrat Kristus.
Tapi apa arti “kata” itu? Mengapa orang Kristen menghubungkannya dengan Yesus?
Pertama: Makna “kata” dalam pemikiran keagamaan
Dalam pemahaman alkitabiah, khususnya dalamInjil YohanesUngkapan terkenal dimulai:
“Pada mulanya adalah Firman, dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah.”
Arti dari kata Tuhan adalah:
- Ekspresi diri Tuhan
Kata itu mengungkapkan apa yang ada di dalamnya. Firman Tuhan menyatakan siapa Tuhan itu. - Mengumumkan keinginannya
Melalui Firman, Tuhan berbicara kepada manusia dan mengungkapkan tujuan-Nya. - Sarana penciptaan
Dalam Kitab Kejadian, Tuhan menciptakan dunia dengan firman-Nya: “Dan Tuhan berfirman…dan terjadilah.”
Dalam pemikiran Yahudi, Firman Tuhan bukan sekedar suara, namun merupakan kekuatan aktif yang membawa otoritas ilahi.
Kedua: Bagaimana konsep ini diterapkan pada Yesus?
Umat Kristiani melihat bahwa Yesus bukan hanya penyampai firman Tuhan, namun DiaFirman itu sendiri menjadi manusia.
Ini berarti bahwa Kristus:
- Dia memegang otoritas Tuhan
Dia mengampuni dosa, sesuatu yang dianggap hanya berasal dari Tuhan dalam pemikiran Yahudi. - Dia menyatakan kehendak Tuhan dengan otoritas diri sendiri
Dia tidak hanya berkata, “Allah berfirman,” namun Dia berkata, “Tetapi Aku berkata kepadamu.” - Ini mengungkapkan sifat Tuhan
Dalam pribadi dan tindakannya, kualitas belas kasihan, keadilan, dan cinta ilahi muncul.
Ketiga: Inkarnasi – Firman menjadi manusia
Pengantar yang sama berlanjut dalam Injil Yohanes dengan pernyataan penting:
“Dan Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.”
Di sinilah muncul konsep sentral dalam agama Kristen:
Tuhan tidak sekadar mengirimkan pesan, tetapi Dia sendiri datang dalam wujud manusia.
Menurut iman Kristen:
- Tuhan yang tidak terlihat menjadi terlihat dalam pribadi Yesus.
- Apa yang tidak terlihat pada hakikat ketuhanan muncul dalam kehidupan manusia yang hidup di tengah manusia.
Keempat: Perbedaan antara “seorang nabi dengan firman Tuhan” dan “firman Tuhan”
Dalam Islam, Yesus digambarkan sebagai “firman dari Tuhan” yang berarti bahwa ia diciptakan atas perintah ilahi.
Dalam agama Kristen, ungkapan tersebut memiliki arti yang lebih dalam:
Bukan berarti Dia diciptakan dengan sebuah kata, namun Dia adalah ekspresi kekal dari Tuhan itu sendiri.
Perbedaannya di sini tidak kentara namun mendasar:
- Apakah kata itu diciptakan?
- Ataukah itu merupakan sifat kekal Tuhan yang muncul dalam sejarah?
Kelima: Dimensi filosofis
Di dunia Yunani kuno, istilah “Logos” (Firman) digunakan untuk merujuk pada pikiran yang mengatur alam semesta.
Ketika John menggunakan istilah ini, dia menyampaikan gagasan yang berani:
Pikiran ilahi yang mengatur alam semesta bukanlah gagasan abstrak, melainkan gagasan yang dapat diketahui manusia.
Kesimpulan: Apa artinya ini dalam praktiknya?
Jika Yesus adalah Firman Tuhan, ini berarti:
- Wahyu Tuhan yang utuh
- Gambaran nyata dari Tuhan yang tidak terlihat
- Jembatan antara Tuhan dan manusia
Keyakinan bahwa Yesus adalah Firman Tuhan bukan sekedar doktrin filosofis, namun sebuah pernyataan bahwa Tuhan mendekati umat manusia secara pribadi dan langsung.
