Kasus padatYesus KristusKebangkitannya mewakili titik perbedaan terdalam antara Islam dan Kristen. Tapi selain keyakinan agama, apa yang dia katakan?Penelitian sejarah?
Di sini kami akan menyajikan persoalan ini dari sudut pandang sejarah akademis semaksimal mungkin.
Pertama: Apakah penyaliban terjadi secara historis?
Kebanyakan sejarawan—bahkan non-Kristen—menganggap penyaliban Yesus sebagai peristiwa sejarah yang hampir pasti.
1) Sumber-sumber Kristen mula-mula
Kesaksian tertua terdapat pada surat Paulus (sekitar tahun 50 M), hanya sekitar 20 tahun setelah peristiwa tersebut. Paulus dengan jelas merujuk pada kematian, penyaliban, dan kebangkitan Kristus. Juga, keempat Injil diPerjanjian BaruPeristiwa penyaliban dikenang dengan banyak detail.
2) Sumber non-Kristen
Sejarawan RomawiTacitus: Dinyatakan bahwa “Mesias” dieksekusi pada masa pemerintahan Pontius Pilatus pada masa pemerintahan Tiberius.
Sejarawan YahudiYosefus: Merujuk pada penyaliban Yesus (walaupun ada pembahasan tentang beberapa tambahan tekstual kemudian).
Kehadiran referensi di luar Alkitab ini memperkuat pandangan bahwa penyaliban diketahui secara historis.
📌Ringkasan sejarah:
Dalam penelitian akademis kontemporer, penyaliban Yesus dianggap sebagai salah satu peristiwa yang paling terbukti secara historis dalam hidupnya.
Kedua: Bagaimana dengan kebangkitan?
Kebangkitan berbeda dengan penyaliban; Karena ini merupakan peristiwa supernatural, sehingga sulit dibuktikan dengan cara sejarah biasa. Namun para sejarawan sedang mempelajarinyaFakta yang melingkupinya.
1) Kepercayaan yang sangat awal akan kebangkitan
Rumusan tertua mengenai kepercayaan akan kebangkitan ditemukan dalam surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus (pasal 15), dan para peneliti percaya bahwa rumusan tersebut berasal dari beberapa tahun setelah penyaliban. Artinya, kepercayaan akan kebangkitan tidak berkembang berabad-abad kemudian, melainkan muncul sejak awal.
2) Kuburan yang kosong
Injil menyebutkan bahwa makam itu ditemukan kosong. Beberapa pakar berpendapat bahwa menyebut perempuan sebagai saksi (dalam masyarakat di mana kesaksian perempuan tidak mempunyai kekuatan hukum) meningkatkan kemungkinan keaslian novel tersebut.
3) Transformasi para murid
Para murid merasa takut setelah penyaliban, namun kemudian mereka menjadi pemberita yang berani, rela mati demi iman mereka.
Pertanyaan historis yang diajukan: Apa yang menyebabkan terjadinya transformasi radikal ini?
Ketiga: Penjelasan yang diajukan
Peneliti menyarankan beberapa penjelasan:
- Kebangkitan benar-benar terjadi.
- Kelompokkan visi atau pengalaman spiritual.
- Memindahkan atau kehilangan tubuh.
- Perkembangan mitologis selanjutnya (pendapat yang dilemahkan oleh teks kuno).
Tidak ada konsensus ilmiah mengenai penafsirannya, namun hampir ada konsensus bahwa:
- Yesus disalib.
- Para pengikutnya dengan tulus percaya bahwa dia telah bangkit dari kematian.
Keempat: Visi Islam
Dalam Islam, diyakini bahwa:
- Kristus tidak benar-benar disalib.
- Dia diangkat ke surga.
- Dia akan kembali pada akhir zaman.
Hal ini didasarkan pada teks-teks Al-Quran yang secara tradisional dipahami dengan cara ini.
Kelima: Pertanyaan mendalam
Sejarah dapat diajarkan:
- Teks
- Sertifikat
- Evolusi iman
Namun pertanyaan tentang kebangkitan pada akhirnya melampaui penelitian akademis dan beralih ke pertanyaan pribadi:
Bisakah Tuhan campur tangan dalam sejarah dengan cara ini?
Jika Kristus benar-benar bangkit, apa dampaknya bagi umat manusia?
Ekstrak seimbang
| Intinya | Pendapat akademis umum |
|---|---|
| Baja | Sebuah peristiwa bersejarah dengan bukti kuat |
| Keyakinan para murid akan kebangkitan | Konsisten secara historis |
| Interpretasi Kebangkitan | Dibahas |
