Kebangkitan Kristus adalah inti iman Kristen. Tanpanya, seperti yang dikatakan Rasul Paulus: “ sia-sia pemberitaan kami dan sia-sia pula imanmu” (1 Korintus 15:14). Lantas, apa saja bukti yang membuat jutaan orang sepanjang sejarah mempercayai peristiwa supranatural tersebut?
Pertama: Kebenaran tentang kubur yang kosong
Mari kita mulai dengan fakta pertama yang tidak dibantah oleh para sejarawan: makam Yesus kosong pada hari Minggu pagi.
Murid-murid Kristus tidak pergi ke tempat lain untuk mengumumkan kebangkitannya, melainkan mereka pergi ke kuburnya sendiri. Jika jenazahnya masih ada, akan sangat mudah bagi lawan mereka untuk menggali jenazahnya dan membungkam mereka selamanya. Tapi ternyata tidak.
Catatan Yahudi sendiri (dikutip dalam Matius 28:11-15) mengakui bahwa kubur itu kosong, namun mengatakan bahwa para murid mencuri jenazahnya. Jadi, bahkan para penentang pun mengakui bahwa kuburan telah menjadi kosong! Satu-satunya perbedaan adalah betapa kosongnya tempat itu.
Kedua: Banyak saksi mata
Rasul Paulus menulis suratnya kepada jemaat Korintus sekitar tahun 55-57 M, yakni hanya sekitar 25 tahun setelah Kebangkitan. Dia memberi kita daftar saksi Kebangkitan:
“Bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita… dan bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah bangkit kembali pada hari yang ketiga… dan bahwa Ia menampakkan diri kepada Petrus, dan kemudian kepada Dua Belas murid-Nya. Setelah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara, yang sebagian besar masih tinggal sampai sekarang” (1 Korintus 15:3-6).
Ini adalah kesaksian yang ditulis selama masa hidup sebagian besar saksi. Paul menantang pembaca untuk bertanya pada diri sendiri: “Kebanyakan dari mereka masih bertahan sampai sekarang.” Ini adalah bukti yang sangat kuat bahwa penampakan-penampakan ini diketahui dan diterima pada gereja mula-mula.
Ketiga: Transformasi para murid
Lihatlah murid-murid sebelum kebangkitan: mereka takut, melarikan diri, Petrus menyangkalnya tiga kali, dan Yohanes melarikan diri dengan telanjang. Setelah Kebangkitan: Orang-orang yang sama menghadapi kematian dengan keberanian, dan kebanyakan dari mereka menjadi martir karena kepercayaan mereka pada Kebangkitan.
Apa yang mengubah mereka? Bisakah mereka mati demi kebohongan yang mereka tahu adalah kebohongan? Tidak mungkin seseorang memilih mati demi sesuatu yang ia tahu tidak nyata. Namun mereka rela mati karena melihat Kristus benar-benar telah bangkit.
Keempat: Penampilannya dengan karakter yang berbeda-beda
Penampakan-penampakan tersebut tidak hanya terjadi pada para murid saja, melainkan berbagai kepribadian:
- Maria Magdalena: Seorang perempuan, dan dalam budaya pada saat itu, kesaksian seorang perempuan tidak dapat diterima secara hukum. Jika cerita itu dibuat-buat, mereka akan memilih saksi laki-laki.
- Thomas yang ragu: Yang tidak mau beriman sampai dia melihat sendiri dan menyentuh lukanya. Penampakan Kristus kepadanya merupakan pesan khusus bagi orang-orang yang skeptis.
- Paulus (Saulus dari Tarsus): Musuh terbesar Gereja, yang menganiaya umat Kristen. Penampakan Kristus mengubah dirinya 180 derajat dan dia menjadi misionaris terbesar dalam agama Kristen.
- Yakobus, saudara Yesus: Yang tidak dia percayai selama pelayanannya (Yohanes 7:5). Kemunculan Dia yang Bangkit mengubah dia menjadi pemimpin gereja di Yerusalem.
Kelima: Hari pertama dalam seminggu
Bagi orang Yahudi, hari Sabat adalah hari suci untuk beribadah. Namun orang-orang Kristen pertama, yaitu orang-orang Yahudi, mulai beribadah pada “Minggu” (hari pertama dalam minggu itu). Mengapa? Karena Kristus bangkit pada hari ini. Perubahan radikal dalam adat istiadat mapan yang berusia ribuan tahun ini hanya dapat dijelaskan oleh kepastian mereka bahwa sesuatu yang besar terjadi pada hari itu.
Keenam: Bagaimana dengan teori lainnya?
Banyak yang mencoba menjelaskan kebangkitan tanpa memercayainya, namun semua upaya gagal:
- Teori pencurian: Bagaimana para murid mencuri mayat dan para penjaga di kubur? Mengapa mereka mencurinya dan kemudian mati demi kebohongan?
- Teori pingsan: Bahwa Kristus sebenarnya tidak mati, melainkan pingsan. Namun bisakah seseorang, setelah 39 kali cambukan, penyaliban, dan tusukan tombak, keluar dari kubur dengan dibungkus kain kafan, menggulingkan batu besar itu, dan meyakinkan murid-muridnya bahwa ia bangkit dengan kemenangan atas kematian?
- Teori halusinasi: Bisakah lebih dari 500 orang di waktu dan tempat berbeda berhalusinasi pada orang yang sama? Apakah seluruh kelompok (misalnya 500 orang) berhalusinasi hal yang sama pada waktu yang sama?
- Teori konspirasi: Jika para murid mengarang cerita tersebut, mereka akan menghadirkan Mesias yang mereka harapkan (seorang penyelamat politik). Namun Kristus yang bangkit tampak sangat berbeda dari apa yang mereka harapkan.
Ketujuh: Bagaimana dengan Kristus yang pergi ke India atau lolos dari kematian?
Beberapa catatan modern (yang tidak memiliki dukungan sejarah) mengatakan bahwa Yesus tidak mati, melainkan pergi ke India atau Kashmir. Teori-teori ini:
- Tidak ada bukti mengenai hal ini dalam manuskrip sejarah kuno mana pun
- Hal ini bertentangan dengan semua sumber sejarah (Kristen, Yahudi, dan Romawi) yang membenarkan kematiannya
- Hal ini bertentangan dengan Al-Qur’an sendiri, yang mengatakan: “Ketika Allah berfirman, ‘Wahai Isa, Aku telah mematikanmu’” (Al Imran 55), dan kata “mematikanmu” berarti mengambil jiwanya dan membunuhnya.
Kedelapan: Mengapa hal ini penting bagi kita?
Analogi ini penting bagi kita karena membuktikan siapakah Kristus. Jika dia tetap mati, dia hanyalah seorang nabi atau guru yang baik yang meninggal seperti orang lain. Namun Ia bangkit, dan ini membuktikan bahwa Ia adalah Anak Allah, dan bahwa kematian-Nya merupakan penebusan yang diterima oleh Bapa.
Seperti yang Paulus katakan: “Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah imanmu; kamu masih hidup dalam dosamu” (1 Korintus 15:17).
Kesimpulan untuk dipikirkan
Kebangkitan adalah peristiwa yang paling terdokumentasi dalam sejarah kuno. Buktinya banyak dan beragam, dan sepanjang sejarah tak seorang pun mampu memberikan penjelasan lain yang meyakinkan untuk menjelaskan semua fakta: kubur yang kosong, penampakan-Nya yang berkali-kali, pertobatan para murid, dan kelahiran gereja.
Kristus benar-benar telah bangkit! Inilah inti dari kabar baik.
